6 Hal yang Dapat Menurunkan Semangat Kerja Karyawan

Penyebab semangat kerja karayawan menurun_Maju dan berkembangnya sebuah perusahaan, tentu tak lepas dari peran besar para pegawai atau karyawannya. Namun sayangnya, banyak pemimpin perusahaan yang belum menyadari hal ini sepenuhnya atau bahkan melupakannya. Alhasil, banyak kebijakan yang diambil dengan tanpa memperhatikan kepentingan dan kesejahteraan karyawan. Pada akhirnya, hal ini kemudian berpengaruh kepada kinerja karyawan dan menurunkan semangat kerjanya.

Berikut adalah 6 hal yang dapat menurunkan semangat kerja karyawan:

1. Pembayaran gaji yang ditunda-tunda
Kebutuhan utama para karyawan bersedia bekerja dengan baik adalah kebutuhannya akan uang untuk menafkahi keluarganya. Kebutuhan keluarga karyawan setiap bulannya tak dapat ditunda, ada yang butuh untuk membayar cicilan, membeli susu anaknya, membeli beras dan lain-lain. Jika kemudian pembayaran gaji karyawan ditunda-tunda, maka sudah pasti hal ini akan menjadi beban yang sangat berat bagi karyawan dan keluarganya.

Salah seorang Nabi dalam agama Islam bahkan memerintahkan kepada kita untuk membayar upah atau gaji seseorang sebelum kering keringatnya. Hal ini berarti agar kita menyegerakan untuk membayar gaji atau upah karyawan karena memang hal tersebut adalah hak nya dan pula sangat dibutuhkannya.

2. Pemotongan gaji
Suatu hari seorang karyawan menerima gajinya yang telah dinanti-nanti setiap bulannya oleh ia dan keluarganya, tapi rupanya gaji sang karyawan telah dipotong untuk ini dan itu. Ah, sungguh miris sekali mendengarnya. 

Jika pemotongan gaji tersebut berhubungan dengan kesalahan fatal yang dilakukan oleh karyawan, maka hal itu masih bisa diterima, itupun harus dengan bijak dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan hidup karyawan dan keluarganya. Namun, jika pemotongan-pemotongan gaji yang dilakukan bersifat subyektif, maka akan sangat merugikan karyawan sekaligus menurunkan semangat kerjanya.
6 Hal yang Menurunkan Semangat Kerja Karyawan

3. Nepotisme dan perlakuan khusus
Saat ada karyawan yang melanggar aturan perusahaan, ia segera ditindak tegas. Namun saat ada karyawan yang masih memiliki hubungan saudara atau family dengan pimpinan perusahaan, maka seperti selalu ada alasan untuk memberikan pengecualian. Perlakuan khusus pada karyawan yang masih memiliki hubungan keluarga ini berlanjut dan berlanjut, hingga pamor aturan perusahaan tak lagi diabaikan.

Dalam skala tertentu, karyawan lainnya tak hanya menjadi turun semangat kerjanya karena melihat ke-tidak-adilan, namun penghargaan mereka terhadap aturan perusahaan di tempat kerja mereka juga terkikis habis.

4. Banyaknya ancaman
Jika karyawan tak bisa ini dan itu, maka karyawan akan dipecat, atau jika karyawan melanggar ini dan itu, maka gajinya akan dipotong, dan ancaman-ancaman lain. Hal ini tak hanya akan menurunkan semangat kerja karyawan, tapi juga membuat karyawan tak lagi nyaman bekerja. Sangat mungkin, tak akan banyak karyawan yang bisa bertahan lama.

5.  Banyak janji yang tak ditepati
Suatu kali, pimpinan perusahaan menyatakan akan memberikan bonus bagi karyawan atau outlet yang mampu mencapai target omset tertentu. Pernah juga menjanjikan akan memberikan bonus mingguan dan sederet janji-janji manis lainnya. Namun kemudian, karyawan mendapati bahwa janji-janji itu hanyalah seperti igauan di malam hari, Tak ada janji yang terbukti dan dipenuhi.

Jika hal ini terjadi, maka semangat karyawan pasti akan menurun dan benar-benar jatuh. Hingga di suatu kesempatan kemudian sang pemimpin kembali mempresentasikan sebuah program yang memberikan bonus dan janji-janji manis lainnya, karyawan tak akan lagi bergeming apalagi antusias.

6. Sangat banyak mengkritik, sedikit sekali apresiasi
Adalah salah satu tugas pimpinan dan pemilik bisnis atau perusahaan untuk dapat mengevaluasi hasil kerja karyawan dan memberikan masukan serta kritik membangun. Namun jangan sampai, sang pemimpin hanya berfokus pada kekurangan dan mengkritik hasil kerja karyawan, tanpa mau memberikan penghargaan atau apresiasi terhadap suatu hasil kerja yang telah diberikan karyawan kepada perusahaan.
Penyebab semangat kerja karayawan menurun
Sangat banyaknya kritik dan sedikit sekali apresiasi terhadap kinerja karyawan, akan membuat karyawan menjadi antipati terhadap penilaian pimpinan dan sekaligus menurunkan semangat kerja karyawan.

Ke-enam hal yang telah kita simak di atas, kesemuanya perlu untuk diperhatikan saat kita mulai membangun bisnis hingga memiliki perusahaan raksasa dengan ratusan ribu karyawan. Perusahaan-perusahaan yang maju dan besar, adalah perusahaan - yang salah satunya - menempatkan hak dan kepentingan-kepentingan karyawannya sebagai salah satu kebijakan utama perusahaan.

Karyawan atau pegawai perusahaan yang mendapatkan perlakuan baik di tempat kerjanya, cenderung lebih produktif dan inovatif dibandingkan karyawan yang mendapatkan perlakukan sebaliknya. Hal ini membuktikan bahwa semangat kerja sangat mempengaruhi produktivitas dan inisiatif karyawan dalam bekerja.

Demikian artikel tentang 6 hal yang menurunkan semangat kerja karyawan. Semoga bermanfaat.

Pembaca yang Terhormat, terima kasih atas kunjungan Anda. Semoga Anda bisa mengambil manfaat dari blog sederhana ini.

Admin mohon agar kiranya Anda berkenan meninggalkan jejak dengan berkomentar, baik komentar yang sifatnya melengkapi, menguatkan, menjawab pertanyaan teman, maupun berupa materi diskusi yang sesuai topik pembahasan di atas.

Silakan berkomentar dengan WordPress/LiveJournal/TypePad/AIM/Anonymous.

Khusus untuk Blogger, sebaiknya Anda berkomentar menggunakan Name/URL, OpenID, dan/atau Google+, agar Admin lebih mudah berkunjung ke blog Anda. (jangan tinggalkan link aktif maupun pasif di kolom komentar, pakai Name/URL saja)
EmoticonEmoticon